Home / Traveling

Senin, 19 April 2021 - 23:11 WIB

21 Tempat Angker di Indonesia

21 Tempat Angker di Indonesia : Indonesia punya beragam tempat wisata menarik yang bisa dijelajahi wisatawan. Selain menawarkan keindahan, tidak sedikit pula yang menawarkan pengalaman tidak biasa, seperti mengunjungi tempat wisata horor di Indonesia. Hiiii!

Kamu pasti sudah terbiasa dengan wisata alam dan kuliner. Tapi, pernahkah kamu merasa tertantang mencoba wisata misteri? Apakah kamu cukup bernyali?

Jika kamu ngaku punya nyali, coba dulu berwisata ke 21 tempat angker di Indonesia ini. Dijamin bulu kudukmu jadi sering merinding!

1.Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut di Jakarta Selatan

Jeruk purut pernah diangkat ke layar lebar dengan Seiring berkembangnya waktu, serta semakin ramainya Jakarta membuat Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut kehilangan kesan angker yang selama bertahun-tahun menyelimutinya. Pemakaman yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini bisa dibilang angker karena banyak kejadian mistis sering terjadi di sana.

Salah satu yang paling terkenal adalah hantu pastur berkepala buntung yang sering berjalan di malam hari sambil membawa kepalanya. Karena kisah inilah, TPU Jeruk judul ‘Hantu Jeruk Purut’ yang tayang pada tahun 2006.

2. Mall Klender di Jakarta Timur

Di kerusuhan Mei 1998, Mall Klender nggak luput dari sasaran para penjarah. Mall yang kala itu penuh sesak, dibakar oleh orang yang nggak diketahui identitasnya. Akibatnya, banyak orang terperangkap di dalam mall karena nggak sempat menyelamatkan diri.

Konon, mayat-mayat yang terbakar di Mall Klender nggak dimakamkan secara nggak layak, membuat mereka menghantui mall yang berlokasi di Jakarta Timur ini.

Salah satu hal mistis yang sering terlihat oleh warga sekitar adalah segerombolan orang dengan kulit menghitam yang jalan tergesa-gesa dan bau bakaran yang sering muncul tiba-tiba. Kisah ini sempat diangkat ke layar lebar tahun 2014 dengan judul ‘Mall Klender’.

 

3. Rumah Kentang di Bandung

Rumah yang berlokasi di daerah Prapanca, Jakarta Selatan ini juga terkenal dengan kisah mistisnya yang mengerikan. Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang secara nggak sengaja jatuh ke dalam kuali berisi rebusan kentang yang menggelegak.

 Anak kecil tersebut terebus hingga tewas. Kalau kamu ‘beruntung’, kamu akan mencium bau kentang rebus dan suara anak kecil menangis di rumah tersebut. Kisah ini akhirnya diangkat ke layar lebar di tahun 2012 dengan judul ‘Rumah Kentang’.

 

4. Rumah Gurita di Bandung

Rumah Gurita terletak di Bandung Jawa Barat, tempat yang satu ini selalu menjadi perdebatan netizen baik di Indonesia maupun dunia. Sebab  tempat apa sebenarnya sebuah bangunan yang memiliki patung gurita di atap rumahnya. Netizen berspekulasi bahwa Rumah Gurita ini adalah sebuah gereja setan!

Konon kabarnya ada sekelompok jurnalis yang berusaha memasuki rumah nomor 6 di jalan Cipedes Selatan tersebut. Namun, para jurnalis menemukan kejanggalan bahwa ada tiga buah angka 6 yang terpasang di depan rumah tersebut. Sang pemilik rumah akhirnya berbicara ke publik bahwa patung gurita raksasa di atap rumahnya adalah bentuk karya seni belaka.

 

5. Rumah Pengabdi Setan di Bandung

Siapa yang tidak mengenal Rumah Pengabdi Setan, rumah yang dicari banyak orang setelah mereka menonton sebuah film rekaan ulang berjudul ‘Pengabdi Setan’. Rumah ini menjadi lokasi syuting film yang mana disutradarai oleh Joko Anwar pada 2017.

Tidak banyak yang tahu bahwa rumah yang berada di tengah-tengah perkebunan teh Kertamanah Pangalengan, Kabupaten Bandung itu masih menyimpan sejumlah misteri. Salah satunya, misteri sosok wanita yang diberi julukan Si Merah.

Julukan ini berkembang di masyarakat Pangalengan Kabupaten Bandung terkhusus mereka yang tinggal di tengah-tengah perkebunan teh dan tidak jauh dari rumah pengabdi setan.

Suasana dingin menyelimuti setiap orang yang bertamasya ke rumah pengabdi setan ini. Namun rupanya ada cerita yang berselimut dan masih menjadi misteri.

 

6. Stasiun Kaliwedi, Cirebon

Bangunan dan jalur kereta api di Indonesia kebanyakan masih berupa peninggalan masa Hindia Belanda. Salah satunya yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen adalah Stasiun Kaliwedi.

Stasiun ini tak lagi beroperasi dan ditutup sejak 18 tahun lalu atau tepatnya pada 6 Januari 2002 setelah diselesaikannya jalur ganda Cikampek – Cirebon. Bentuknya tak lagi seperti sebuah stasiun karena atapnya yang sudah dihancurkan.

Stasiun Kaliwedi bahkan digosipkan angker oleh warga sekitar karena selain tak lagi beroperasi, banyak terjadi kecelakaan di perlintasan stasiun ini. Bahkan warga sekitar menyebut perlintasan Stasiun Kaliwedi sebagai ‘kentrung budeg’ karena orang yang melintas rel kereta api di sana tidak pernah mendengar ada suara peringatan dari menara stasiun apabila ada kereta yang lewat.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +6 meter diatas permukaan laut ini termasuk dalam Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon dan menjadi stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Cirebon. Stasiun ini sendiri letaknya berada di desa Kaliwedi Lor, Kaliwedi, Cirebon.

 

7. Taman Nasional Baluran

Taman nasional ini biasa dikenal sebagai Afrika Van Java. Terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan dan 26 jenis mamalia. Beberapa di antaranya merupakan khas dari Taman Nasional Baluran seperti banteng dan widoro bukol.

Di balik alam yang memesona, Pernahkah kamu mendengar cerita mistis di sana? Kabarnya, ada wisatawan yang melewati daerah Baluran pada malam hari. Di tengah perjalanan yang hanya ada pepohonan, motor yang digunakan mogok.

Baca Juga   Pantai Terindah di Indonesia

Di saat itulah, mereka melihat “penampakan”. Karena terlalu lelah, mereka diam, terus mendorong motor dan penampakan itu tidak mengganggu. Area Baluran juga menuntut kewaspadaan ekstra karena kerap terjadi kecelakaan.

 

8. Lawang Sewu di Semarang

Bangunan peninggalan sejarah zaman peperangan ini memang dikenal sebagai tempat yang angker. Apalagi pernah digunakan sebagai lokasi uji nyali oleh salah satu program tv. Bangunan Belanda ini diyakini terdapat penampakan noni Belanda hingga kuntilanak.

Apalagi bagian bawah tanahnya. Tapi ruangan tersebut sudah tidak boleh dikunjungi. Sebelum ditutup, banyak warga sekitar yang memberikan tur wisata mistis di Lawang Sewu.

Dimulai pukul 22.00-03.00, kamu bisa menikmati sensasi wisata mistis di sini. Sekarang pihak Lawang Sewu sudah menambahkan penerangan dan tutup pada pukul 21.00.

 

9. Desa Lemahbangdewo di Banyuwangi

Cerita sejarah Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi berawal dari alkisah kala itu pada Tahun 1825 Daerah tersebut masih berupa  hutan dan tegalan, pada saat masih jayanya kerajaan Blambangan yang menjadi rajanya adalah sang Prabu Minak jingo, pada waktu itu Negara kita , termasuk Kabupaten Banyuwangi di jajah oleh kompeni Belanda dengan pandai dan kelicikanya kompeni Belandamemecah belah kerajaan – kerajaan  dan keraton

– keraton serta memberikan pengaruh yang buruk dengan cara pesta pora dan minuman keras sehingga pada waktu itu banyak Raja – raja yang mabuk  / teller dan kompeni Belanda dengan leluasa mempengaruhi pikiranya dengan fitnah

 – fitnah sehingga terjadi perpecahan dan peperangan antar kerajaan – kerajaan di Banyuwangi  antara lain wilayah Kabat , Songgon, Singojuruh , Rogojampi   sekitar Tahun 1873 dari suatu Desa diwilayah Kabat muncul seorang yang Bernama Prabu Tawang alun dan Ki Ageng Wilis ,

Prabu Tawang Alun mempunyai tunggangan  seekor Macan yang berwarna putih, maka disebutlah daerah tersebut Desa Macan Putih, sekitar pada tahun 1876 Prabu Tawang Alun  mendirikan kerajan di Kedawung Desa Aliyan ,sedangkan tempat patihnya di dusun kepatihan desa Kedaleman, sedangkan tempat peperangan Prajurit Prabu Tawang Alun dihutan tegal , yaitu Lemahbangdewo .

pada Tahun 1879 datanglah 2 ( dua ) punggawa bersaudara kakak beradik dari kerajaan Bali kakanya bernama : I. KETUT DESA adiknya bernama  JEMBLEM KEMREMES. Dan keduanya beristirahat dihutan tegal dan membuat gubug ditengah dua pohon beringin yang besar, yang letaknya sekarang di dusun Krajan Desa Lemahbangdewo,

10. Pulau Satonda di Nusa Tenggara Barat

Bertandang ke Kabupaten Dompu tak lengkap bila tak menyambangi Pulau Satonda. Pulau ini sama legendarisnya dengan Gunung Tambora dan Pantai Lakey di mata wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Mari bertandang ke Pulau Satonda. Apa istimewanya pulau itu? Ada danau air asin di Pulau Satonda. Keberadaan danau dan keelokan Pulau Satonda, membuatnya menjadi persinggahan kapal pesiar maupun yacht dengan layar.

Mereka umumnya membuang sauh di perairan Pulau Satonda, dari Labuan Bajo ke Bali atau sebaliknya, “Jika week end, banyak wisman di sini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, Khairul Insan. Libur Tahun Baru 2020 kemarin, Khairul Insan mendatangi Pulau Satonda memantau lokasi spot wisata di daerahnya.

Dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Pulau Satonda dan Moyo di Kabupaten Sumbawa merupakan dua pulau yang masuk dalam Taman Nasional Moyo – Satonda.

11. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan hujan dataran rendah, rata-rata curah hujan 1.000-1.500 ml per tahun. Awalnya, kawasan Alas Purwo terkenal karena pesona pantainya yang asyik untuk berselancar.

Sebelum tenar karena pantainya, siapa yang menyangka di sinilah tempat berkumpulnya para jin? Bahkan ada paranormal yang menuturkan ada kerajaan jin di sana.

Tak jarang para penduduk melihat penampakan seperti genderuwo hingga kuntilanak. Pohon-pohon yang tumbuh rapat di Alas Purwo, terkadang menimbulkan masalah. Misalnya seperti tersesat atau diculik jin.

12. Gunung Kawi

Gunung kawi yang berlokasi di dekat Gunung Butak ini selalu ramai dikunjungi banyak orang. Selain menjadi tempat pendakian, biasanya juga dijadikan tempat ziarah Pesarean.

Banyak sekali aktivitas ritual dilakukan saat Jumat Legi. Salah satunya sebagai pemakaman Eyang Jugo (Kyai Zakaria II). Sedangkan, tanggal 12 bulan Suro merupakan perayaan wafatnya Eyang Sujo (Raden Mas Iman Sudjono).

Selain itu, Gunung Kawi juga biasa menjadi tempat pesugihan dan tumbal. Mereka yang datang kebanyakan bertujuan untuk meminta berkah kekayaan dengan jalan pintas. Yakni melalui ritual pemujaan pada penguasa gaib gunung Kawi.

Konon katanya, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mangalami peningkatan kualitas dan kuantitas ekonomi dalam kehidupannya. Biasanya setelah melewati satu tahun.

13. Gunung Merapi

Gunung Merapi menjadi salah satu destinasi favorit dengan ketinggian puncak 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl). Banyak pendaki mengenal puncak gunung itu dengan sebutan puncak Garuda.

Gunung Merapi masih aktif hingga saat ini dan telah meletus kurang lebih sebanyak 68 kali sejak 1548. Selain cukup berbahaya, ternyata gunung Merapi menyimpan banyak misteri.

Banyaknya korban karena nekad, membuat adanya larangan mendaki hingga sampai puncak tertinggi. Kalau sedang sial, kamu bisa mendengar suara-suara aneh seperti suara gamelan atau keramaian pasar di sunyinya malam.

14. Terowongan Casablanca

Terowongan Casablanca awalnya dibangun di atas lahan untuk kuburan massal. Pembangunan itu mengakibatkan ratusan makam di “area” pemakaman Menteng Pulo dipindahkan. Kabarnya, proses tersebut menjadi pemindahan pemakaman umum terbesar di Indonesia.

Baca Juga   19 Pulau Terindah Di Indonesia

Angkernya lokasi ini makin bertambah karena banyaknya kecelakaan yang terjadi. Para korban kecelakaan mengaku melihat makhluk astral berseliweran sehingga mengganggu konsentrasi pengendara motor atau mobil. Tak jarang kecelakaan itu menelan korban jiwa.

15. Bedugul Taman Rekreasi Hotel

Bali memang terkenal keindahan alam, budaya, dan tradisinya. Salah satu daerah yang menyimpan banyak potensi wisata adalah Bedugul. Sebut saja danau Buyan, pura Ulun Danu, Danau Tamblingan, dan banyak lainnya. Selain wisata indah tersebut, Bedugul menyimpan wisata misteri yang bikin bulu kuduk berdiri.

Ada sebuah tempat wisata yang dikenal “The Ghost Palace” telah berumur dua dekade. Padahal bangunan ini sangatlah kental budaya Bali dan terlihat mewah. Layaknya tempat angker lainnya, Bedugul Taman Rekreasi Hotel kerap terdengar keramaian.

16. Rumah Keluarga Tak Kasat Mata

Rumah Keluarga Tak Kasat Mata langsung menjadi perbincangan setelah ditulis di media sosial pada tahun 2016. Rumah yang berlokasi di Jalan Magelang, Yogyakarta ini memang sengaja tidak disebutkan secara detail oleh narasumber dengan alasan menghargai si pemiliknya saat ini.

Dalam kisah itu dituliskan bahwa sang penulis telah merasakan kejadian mistis bahkan sejak hari pertama pindah ke rumah tersebut. Salah satu kejadian yang paling diingat adalah adanya hantu berwujud nenek-nenek yang berjalan mondar-mandir di koridor rumah tersebut. Karena begitu banyaknya yang membaca dan membagikan kisah ini, Rumah Keluarga Tak Kasat Mata sampai dibuatkan novel dan filmnya akan tayang pada tahun 2017 ini.

17. Gua Jepang, Bandung

Dibangun pada tahun 1942 dan terletak 3 km dari Stasiun Bandung, gua ini awalnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan keperluan logistik.

Barulah semenjak tahun 1965, gua berlorong panjang dan gelap serta sedikit berliku ini resmi dijadikan obyek wisata oleh warga sekitar.

Konon katanya, selain menjadi tempat penyimpanan senjata, Gua Jepang sering pula dijadikan tempat penyiksaan. Korbannya dikatakan berasal dari penduduk asli Indonesia yang menjadi romusha atau pekerja paksa di masa penjajahan Jepang.

Selain menguji adrenalin, jeritan arwah korban penyiksaan minta tolong yang telah menjadi mitos dan legenda setempat yang bernuansa mistis.

18. Tjong A Fie Mansion, Medan

Tidak bisa dipungkiri kalau Tjong A Fie Mansion merupakan permata bersejarah di kota Medan. Dibangun pada 1895, gedung ini menjadi saksi sejarah perjuangan dan perkembangan budaya Tionghoa di Medan.

Semula bangunan ini adalah kediaman Tjong A Fie, pengusaha kelahiran Guangdong, China, yang sukses membangun bisnis perkebunan di Medan. Lelaki tersebut dikenal sebagai sosok dermawan sekaligus orang terkaya di pulau Sumatera.

Berkat usianya yang tua dan gaya arsitekturnya yang unik, bangunan ini menjadi salah satu destinasi wisata populer bagi wisatawan.

Selain keindahan arsitekturnya, terdapat pula banyak cerita mengenai penampakan arwah lelaki berkeliaran di kediaman tersebut.

19. Hotel P.I. Bedugul, Bali

Selain Taman Festival Sanur, di Bali kamu bisa menemukan tempat wisata lainnya yang juga ditinggalkan yaitu Hotel P.I. Bedugul.

Terletak di kawasan Bedugul Bali, hotel ini kabarnya dibangun oleh salah satu keluarga Cendana. Ada yang bilang bahwa bangunan ini dimiliki oleh pengusaha asal Cina.

Sayangnya, hingga kini siapa pemilik resmi hotel seram ini tak ada yang tahu pasti.

Hotel yang diperkirakan telah berdiri sejak tahun 90-an ini belum sempat beroperasi. Pembangunannya pun bahkan tak rampung, karena ada beberapa bangunan yang dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Konon, hotel ini sekarang jadi angker. Bahkan hingga mendapat julukan The Ghost Palace atau Istana Hantu. Keangkerannya pun sampai diberitakan media asing lho.

Banyak cerita yang menyelimuti tempat ini, mulai dari sosok pegawai yang meninggal di sana lantaran kondisi kerja yang tak layak. Arwahnya yang tak tenang kemudian gentayangan dan menjadi penunggu di hotel itu hingga sekarang.

Selain itu, ada pula cerita tentang sosok gadis cantik berwajah oriental dengan rambut sepundak yang menggoda pemuda yang lewat hotel ini pada tengah malam.

20. Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Pantai Parangtritis terletak di Provinsi Yogyakarta memang sudah terkenal akan cerita-cerita mistis yang menyelimutinya. Pantai Parangtritis seringkali dikaitkan dengan kerajaan Nyai Roro Kidul sang Penguasa Pantai Selatan.

Ada mitos  di pantai ini yaitu larangan untuk mengenakan busana berwarna hijau.  Alasannya adalah  tokoh mistis laut pantai selatan itu sejak lama memang dikenal kerap menggunakan dan menyenangi warna hijau. Sehingga siapa pun yang menggunakannya, konon akan dijadikan tumbal sebagai prajuritnya, tetapi ini hanya mitos dan cerita rakyat belaka.

21. Pelabuhan Ratu, Yogyakarta

Jika  di Yogyakarta ada Pantai parangtritis, maka di Jawa Barat ada Pantai Pelabuhan Ratu. Pantai Pelabuhan Ratu kurang lebih memiliki mitos yang hampir mirip-mirip dengan Pantai Parangtritis. Hal tersebut  memang karena kedua pantai tersebut terletak di selatan Pulau Jawa.

Sedangkan mitos yang dipercayai orang di pantai ini juga sama dengan yang ada di Pantai Parangtritis yaitu larangan kepada siapa pun untuk memakai warna hijau ketika berenang di pantai ini. Mitos yang beredar adalah  siapa pun yang memakai baju hijau dan berenang di pantai ini akan tenggelam dan akan memasuki istana Nyai Roro Kidul sang Ratu Pantai Selatan.

Apakah kamu percaya atau bahkan pernah merasakan kejadian tersebut? Terlepas dari itu semua, sebaiknya kita harus menjaga etika dan aturan yang berlaku.

Kamu sudah pernah mengunjungi salah satunya?

 

Share :

Baca Juga

19 Pulau Terindah Di Indonesia

Traveling

19 Pulau Terindah Di Indonesia
Destinasi Wisata Islami

Traveling

Destinasi Wisata Islami di Indonesia yang harus Anda Kunjungi
Pantai Terindah di Indonesia

Traveling

Pantai Terindah di Indonesia